Showing posts with label binatang. Show all posts
Showing posts with label binatang. Show all posts

Thursday, May 5, 2011

Binturong, Musang Lucu Berkaki Lima

Binturong atau Binturung yang dalam bahasa latin disebut Arctictis binturong adalah sejenis musang bertubuh besar. Musang yang mirip Beruang dan mulai diminati sebagai hewan peliharaan ini memiliki beberapa keunikan. Ekor Binturung dapat berfungsi sebagai kaki kelima guna berpegangan pada dahan. Dan pada Binturong betina memiliki organ khas berupa (maaf) penis palsu (pseudo-penis)



Dalam beberapa daerah binatang ini disebut sebagai Binturong, Binturung, Menturung atau Menturun. Dalam bahasa Inggris, hewan ini disebut Binturong, Malay Civet Cat, Asian Bearcat, Palawan Bearcat, atau secara ringkas Bearcat. Disebut Bearcat mungkin dikarenakan karnivora berbulu hitam lebat ini bertampang mirip beruang yang berekor panjang, serta berkumis lebat dan panjang seperti kucing. Sedangkan di China binatang ini disebut Xiong-Li.

Binturung (Arctictis binturong) tersebar mulai dari Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, Cina, India, Indonesia (Jawa bagian barat, Kalimantan, Sumatera), Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Filipina (provinsi Palawan), Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia binatang ini termasuk hewan yang dilindungi.

Ciri-ciri dan Tingkah Laku Binturong. Binturung memiliki tubuh yang berukuran besar dan ekor yang besar dan panjang. Panjang tubuh Binturong antara 60 – 95 cm, sedangkan panjang ekornya antara 50 – 90 cm. Beratnya binatang sejenis Musang ini sekitar 6 – 14 kg, bahkan bisa mencapai 20 kg.

Binturong berambut panjang dan kasar yang berwarna hitam seluruhnya atau kecoklatan, dengan taburan uban keputih-putihan atau kemerahan. Pada masing-masing ujung telinga terdapat seberkas rambut yang memanjang. Ekor Binturung berambut lebat dan panjang, terutama di bagian mendekati pangkal, sehingga terkesan gemuk. Ekor ini dapat digunakan untuk berpegangan pada dahan sebagai ‘kaki kelima’. Yang unik, Binturung betina memiliki pseudo-penis alias penis palsu, suatu organ khas yang langka ditemui pada makhluk lainnya.

(Gambar) Binturong dijadikan hewan peliharaan

Binturung sebagaimana umumnya musang, merupakan binatang nokturnal yang aktif di malam hari. Walaupun lebih sering berada di atas pepohonan (arboreal) Binturong juga turun ke tanah (terestrial). Kadang-kadang ada juga yang bangun dan aktif di siang hari.

Sebagai bangsa karnivora, Binturung (Arctictis binturong) memakan telur, hewan-hewan kecil semacam burung dan hewan pengerat. Namun Binturung juga memakan buah-buahan dan dedaunan.

Binturung sangat pandai memanjat dan melompat dari dahan ke dahan, binatang sejenis musang ini biasanya bergerak tanpa tergesa-gesa di atas pohon. Ekornya digunakan untuk keseimbangan, atau terkadang berpegangan manakala sedang meraih makanannya di ujung rerantingan. Cakarnya berkuku tajam dan melengkung, memungkinkannya untuk mencengkeram pepagan dengan kuat. Kaki belakangnya dapat diputar ke belakang untuk memegang batang pohon, sehingga binturung dapat turun dengan cepat dengan kepala lebih dulu.

Seperti umumnya Musang, Binturung mengeluarkan semacam bau dari kelenjar di bawah pangkal ekornya. Bau ini digunakan untuk menandai wilayah kekuasaannya. Hewan betina melahirkan 2-6 anak, setelah mengandung selama kurang lebih 91 hari.

Konservasi Binturung. Populasi Binturong (Arctictis binturong) cenderung mengalami penurunan. Oleh IUCN Redlist binatang ini dimasukkan dalam status konservasi Vulnerable (VU; Rentan). Selain itu juga terdaftar dalam CITES Apendiks III. Binatang ini oleh pemerintah Indonesia termasuk salah satu satwa yang dilindungi.

Berkurangnya populasi Binturong disebabkan oleh perburuan dan hancurnya hutan sebagai akibat penggundulan hutan dan kebakaran hutan. Binturung diburu untuk diambil kulitnya yang berbulu tebal, dan untuk dimanfaatkan bagian-bagian tubuhnya sebagai bahan obat tradisional.

Dewasa ini mulai banyak orang yang memelihara Binturong sebagai hewan peliharaan layaknya kucing dan anjing. Binatang ini memang lucu sebagai hewan peliharaan tetapi saya yakin akan semakin ‘lucu’ jika Musang berkaki lima ini punah di alam liarnya.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Carnivora; Famili: Viverridae; Upafamili: Paradoxurinae; Genus: Arctictis (Temminck, 1824) Spesies: Arctictis binturong. Nama binomial: Arctictis binturong (Raffles, 1821).
Sumber : alamendah's blog

Macan Dahan, Binatang endemik indonesia

Binatang endemik Indonesia : Macan Dahan Borneo dan Sumatera (Neofelis diardi) atau lebih sering disebut hanya dengan Macan Dahan merupakan salah satu binatang anggota kucing besar selain Singa, Harimau, Macan Tutul, Jaguar, dan Cheetah. Sebagaimana Harimau dan Macan Tutul, Macan Dahan termasuk salah satu binatang langka(endemik) yang dimiliki oleh Indonesia. Yang paling unik ternyata Macan dahan memiliki taring yang terbesar dan terpanjang diantara bangsa kucing lainnya. Bahkan lebih panjang dari taring Singa maupun Harimau.
Semula Macan Dahan Borneo dan Sumatera (Neofelis diardi) dimasukkan dalam satu spesies dengan Macan Dahan (Neofelis nebulosa) yang terdapat di daratan Asia. Namun berdasarkan penelitian para ahli, sejak 2007 Macan Dahan Borneo dan Sumatera dikategorikan sebagai spesies tersendiri yang berbeda dengan saudaranya yang berada di dataran Asia.
Macan Dahan (Neofelis diardi) terdiri atas dua subspesies yaitu Macan Dahan Borneo (Neofelis diardi borneensis) yang hidup di Pulau Kalimantan (Indonesia dan Malaysia) dan Macan Dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi) yang hidup di pulau Sumatera, Indonesia.
Macan Dahan Borneo atau Kalimantan yang merupakan Binatang endemik pulau Kalimantan dala bahasa Inggris biasa disebut sebagai Bornean Clouded Leopard. Sedangkan saudaranya, Macan Dahan Sumatera biasa dinamakan Sumateran Clouded Leopard. Penamaan ini tentunya erat kaitannya dengan corak tubuhnya yang seperti awan.
Ciri-ciri dan Perilaku Macan Dahan. Baik Macan Dahan Borneo dan Macan Dahan Sumatera mempunyai ciri-ciri fisik yang hampir sama. Kulit Macan Dahan (Neofelis diardi) ditumbuhi bulu berwarna kelabu kecoklatan dengan motif seperti awan dan totol-totl hitam.

Macan Dahan di habitat aslinya
Badan Macan Dahan tergolong tidak terlalu besar. Panjangnya hanya sekitar 95 cm dengan berat badan tidak lebih dari 25 kg. Ukuran tubuh Macan Dahan ini tentu lebih kecil dari pada Harimau Sumatera maupun Macan Tutul bahkan hanya seukuran anjing.

Ukuran tubuhnya yang kecil dan ringan membuat macan ini mempunyai gerakan yang licah di atas pohon dan lebih sering menghabiskan waktu di atas pohon. Ekornya yang panjang mampu menjadi penyeimbang gerakan tubuhnya. Juga kaki-kakinya yang pendek kekar serta berkuku tajam membuat Macan Dahan mampu berkeliaran di atas pohon dengan lincah. Bahkan dengan kepala di bawah sekalipun ketika menuruni pohon.
Yang paling istimewa selain kelincahannya di atas pohon adalah gigi taring Macan Dahan yang sangat besar dan panjang ketimbang predator lainnya. Macan Dahan memiliki taring hingga mencapai panjang 2 inci. Panjang gigi taring ini jauh mengalahkan gigi taring yang dipunyai jenis kucing besar lainnya seperti Singa, Macan Tutul, maupun Harimau.
Macan Dahan Borneo (Neofelis diardi borneensis) maupun Macan Dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi) merupakan binatang nokturnal yang biasa melakukan perburuan di malam hari. Mangsa Macan Dahan meliputi aneka satwa liar mulai dari kera, rusa, ular, bekantan dan mamalia kecil lainnya.
Habitat Macan Dahan mulai dari hutan pantai, rawa-rawa hingga pegunungan dengan ketinggian mencapai 3000 mdpl. Macan Dahan menghuni hutan-hutan dengan pepohonan yang lebat dan menjauhi daerah pemukiman manusia. Satwa ini termasuk binatang yang sangat pemalu, karenanya amat sedikit yang dapat diketahui berkaitan dengan tingkah lakunya di alam bebas.
Konservasi Macan Dahan. Baik Macan Dahan Sumatera maupun Macan Dahan Kalimantan termasuk binatang yang langka dan terancam kepunahan. Oleh IUCN Redlist, keduanya dimasukkan dalam status konservasi “Terancam Punah” (Endangered). Juga diklasifikasikan dalam Apendix I oleh CITES.
Populasi Macan Dahan Borneo (Neofelis diardi borneensis) di alam bebas diperkirakan berkisar antara 5.000 hingga 11.000 ekor. Sedangkan saudaranya, Macan Dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi) lebih memprihatinkan, sekitar 3.000 hingga 7.000 ekor. Langkanya Macan Dahan ini lebih disebabkab oleh berkurangnya hutan sebagai habitat tempat tinggal dan berburu mereka sebagai akibat kebakaran hutan maupun pembalakan liar. Selain itu juga dikarenakan oleh perburuan yang dilakukan manusia untuk mengambil kulit dan taringnya.
Macan Dahan Borneo dan Sumatera, pemilik taring terpanjang yang baru teridentifikasi sebagai spesies baru pada tahun 2007 kini telah terancam kepunahan. Apakah spesies endemik pulau Kalimantan dan Sumatera ini teridentifikasi hanya untuk punah dan hanya meninggalkan sebuah nama?
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mammalia, Ordo: Carnivora, Famili: Felidae, Genus: Neofelis, Spesies: Neofelis diardi. Subspesies: Neofelis diardi borneensis dan Neofelis diardi diardi 
sumber : almaedah blog

Wednesday, May 4, 2011

Daftar hewan endemik Indonesia

  Hewan endemik Indonesia adalah hewan-hewan yang hanya ditemukan di Indonesia dan tidak ditemukan di tempat lain. Bahkan tidak sedikit satwa endemik ini hanya ditemukan di satu pulau atau wilayah tertentu di Indonesia saja.
hewan endemik langka hampir punah

  Endemisme merupakan gejala yang dialami oleh organisme untuk menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, lungkang (niche), negara, atau zona ekologi tertentu. Untuk dapat dikatakan endemik, spesies hewan harus ditemukan hanya di suatu tempat tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain. Sehingga hewan yang masuk daftar endemik ini hanya dipunyai Indonesia saja.

  Indonesia adalah negara dengan endemisme (tingkat endemik) yang tinggi. Diperkirakan terdapat lebih dari 165 jenis mamalia, 397 jenis burung, lebih dari 150 reptilia, dan lebih dari 100 spesies ampibi yang tercatat endemik di Indonesia.



Daftar hewan endemik Indonesia ini sebagian besar saya ambil dari artikel sebelumnya tentang Binatang (Fauna) Endemik Indonesia. Berikut daftar binatang (hewan) endemik yang terdapat di Indonesia lengkap dengan nama latin dan daerah sebarannya:

1.Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) endemik Sulawesi.
Anoa Dataran Rendah hewan endemik Sulawesi
2.Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) di Sulawesi.
3.Babirusa (Babyrousa babyrussa) di Sulawesi.
4.Badak Bercula Satu atau badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Jawa.
5.adak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) endemik di Sumatera.
6.ajing Palawan
(Sundasciurus juvencus) Bali dan Sumatera.
7.Bajing Tanah (Lariscus hosei) endemik pulau Kalimantan.
8.Bajing Telinga Botol
(Callosciurrus adamsi) endemik Kalimantan.
9.Banteng (Bos javanicus) hewan endemik Jawa.
10.Bekantan atau Kera hidung panjang (Nasalis larvatus) endemik Kalimantan.
11.Beruk Mentawai (Macaca pagensis) endemik Kepulauan Mentawai.
12.Burung Anis sulawesi (Cataponera turdoides) di Sulawesi.
13.Burung Beo Nias (Gracula religiosa robusta) endemik pulau Nias, Sumatera.
14.Burung Elang Flores (Spizaetus floris) endemik Flores.
15.Burung Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii) Halmahera, Maluku Utara.
16.Burung Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) di Jawa.
17.Burung Cenderawasih (Paradisea sp.) di Papua.
18.Burung Celepuk Siau (Otus siaoensis) pulau Siau, Sulawesi Utara.
19.Burung Cerek Jawa (Charadrius javanicus) di Jawa.
20.Burung Kakatua Putih (Cacatua alba) Maluku Utara.
Kakatua putih (Cacatua alba) endemik Maluku Utara

Kakatua putih (Cacatua alba) endemik Maluku Utara
21.Burung Madu Sangihe (Aethopyga duyvenbodei) Sangihe, Sulawesi Utara.
22.Burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi.
23.Burung Rangkong (Buceros rhinoceros) di Kalimantan.
24.Burung Sempidan Kalimantan (Lophura bulweri) di Kalimantan.
25.Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) pulau Jawa.
26.Burung Tokhtor Kalimantan (Carpococcyx radiceus) Kalimantan.
27.Burung Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis) di Sumatera.
28.Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Sumatera.
29.Jalak bali (Leucopsar rothschild) hewan endemik Bali.
30.Kadal Coklat Kalimantan (Lanthanotus borneensis) di Kalimantan.
31.Kambing Hutan Sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis) di Sumatera.
32.Kancil Jawa (Tragulus javanicus) endemik Jawa.
33.Kanguru Pohon Mantel Emas
(Dendrolagus pulcherrimus) di Papua.
34.Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) di Papua.
35.Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) endemik Papua.
36.Katak Tanpa Paru-Paru (Barbourula kalimantanensis) Kalimantan.
37.Kelelawar Berjenggot Coklat dan Ekor Selubung (Taphozous achates) di Nusa Penida, Bali.
38.Kelinci belang sumatera (Nesolagus netscheri) endemik Sumatera.
39.Kera Belanda (Nasalis larvatus) di Kalimantan.
40.Kera hitam sulawesi (Macaca nigra) endemik Sulawesi Utara.
41.Kodok Darah (Leptophryne cruentata) endemik Jawa Barat.
42.Kodok Pohon Ungaran (Philautus jacobsoni) endemik Jawa Tengah.
43.Komodo (Varanus komodoensis) di Nusa Tenggara Timur (P. Komodo).
44.Kucing Bakau (Prionailurus bengalensis javanensis) di Jawa.
45.Kucing Merah (Felis badia) endemik pulau Kalimantan.
46.Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) pulau Jawa.
47.Kura-kura Berleher Ular (Chelodina mccordi) di Pulau Rote, NTT.
48.Kuskus Beruang (Ailurops ursinus) Sulawesi.
49.Kuskus Gebe (Phalanger alexandrae) Pulau Gebe Maluku Utara.
50.Kuskus Matabiru (Phalanger matabiru) Pulau Ternate dan Tidore Maluku.
51.Kuskus Kerdil (Strigocuscus celebensis) endemik pulau Sulawesi.
52.Kuskus Obi (Phalanger rothschildi) Pulau Obi Maluku.
53.Landak Jawa (Hystrix javanica) endemik Jawa.
54.Landak Sumatera (Hystrix sumatrae) endemik Sumatera.
55.Landak Kalimatan (Thecurus crassispinis) endemik Kalimantan.
56.Lutung Dahi Putih (Presbytis frontata) endemik Kalimantan.
57.Lutung jawa (Trachypithecus auratus) endemik Jawa.
58.Lutung Merah (Presbytis rubicunda) satwa endenik Kalimantan.
59.Macan Dahan (Neofelis diardi) endemik Sumatera dan Kalimantan.
Macan Dahan hewan endemik Kalimantan dan Sumatera
Macan Dahan hewan endemik Kalimantan dan Sumatera
60.Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) di Jawa.
61.Monyet Ekor Babi (Simias concolor) kepulauan Mentawai.
62.Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroeckii) di Sulawesi.
63.Orangutan sumatera (Pongo abelli) di Sumatera.
64.Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kalimantan.
65.Owa jawa (Hylobates moloch) fauna endemik Jawa.
66.Owa-owa (Hyllobates muelleri) di Kalimantan.
67.Rusa bawean (Axis kuhlii) endemik pulau Bawean.
68.Rusa timor (Cervus timorensis) endemik Bali, Irian Jaya.
69.Siamang (Hylobates syndactylus) di Sumatera.
70.Surili (Presbytis comata) di Jawa.
71.Tarsius Bangka atau Mentilin (Tarsius bancanus) di Sulawesi Utara.
72.Tarsius Peleng (Tarsius pelengensis) pulau Peleng, Sulawesi.
73.Tarsius Pygmy atau Pygmy Tarsier (Tarsius pumilus) Sulawesi.
74.Tarsius Sulawesi (Tarsius tarsier) Sulawesi.
75.Tupai Mentawai (Tupaia chrysogaster) Kepulauan Mentawai.

Sumber: Almaedah blog

Semoga endemisme (tingkat endemik) hewan yang tinggi yang dipunyai Indonesia ini mampu kita lestarikan sebagai warisan buat anak cucu kita.

Blog lainku

Popular Posts