Showing posts with label endemik. Show all posts
Showing posts with label endemik. Show all posts

Thursday, May 5, 2011

Tanaman (Tumbuhan) Langka Indonesia yang Terancam Punah

Tanaman (tumbuhan) langka di Indonesia yang terancam punah tidak kalah banyak dibanding hewan langka Indonesia. Bahkan spesies tanaman yang langka dan terancam punah di Indonesia jumlahnya jauh lebih banyak.
Daftar tumbuhan langka ini didasarkan kepada status konservasi yang diberikan oleh IUCN Redlist. Dan dalam daftar tanaman langka kali ini saya sajikan daftar tumbuhan langka yang masuk dalam daftar Extinc in Wild (Punah in situ), Critically Endangered (Kritis) dan Endangered (Terancam Punah). Ketiga status tersebut merupakan status tertinggi berdasarkan tingkat keterancaman sebuah spesies.
Selain ketiga status tersebut, masih banyak tanaman Indonesia yang langka dan terancam kepunahan namun terdaftar dalam status konservasi yang lebih rendah. Karena panjangnya daftar, kali ini cukup dibatasi dalam tiga status yang paling terancam punah itu saja.
tumbuhan langka endemik hampir punah
Buah mangga kasturi (gambar wikipedia)
Extinct in the Wild (Punah in Situ)
  • Mangga Kasturi (Mangifera casturi). Tumbuhan yang menjadi maskot (flora identitas) provinsi Kalimantan Selatan ini dinyatakan telah punah in situ (Extinct in the Wild) oleh IUCN Redlist.
Critically Endangered (Kritis)
Daftar tanaman langka Indonesia yang masuk dalam daftar status konservasi Critically Endangered (Kritis), yaitu:
  • Pelalar atau Meranti Jawa (Dipterocarpus littoralis); endemik Nusakambangan, Jawa Tengah.
  • Keruing (Dipterocarpus elongatus); Tumbuhan asli Indonesia (Kalimantan, Sumatera), Malaysia, dan Singapura.
  • Keruing Arong atau Kekalup (Dipterocarpus applanatus); Tanaman endemik Kalimantan.
  • Keruing Bulu atau Mara Keluang atau Lagan Sanduk (Dipterocarpus baudii); Tumbuh di Thailand, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Semenanjung Malaya, dan Sumatra.
  • Keruing Jantung (Dipterocarpus concavus); Tumbuhan asli Sumatera dan Semenanjung Malaysia.
  • Kadan (Dipterocarpus coriaceus); Tersebar di Semenanjung Malaya, Riau, Kalimantan Barat, dan Serawak.
  • Keruing Gajah atau Tampudau (Dipterocarpus cornutus); Semenanjung Malaysia, Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian tenggara.
  • Keruing Pekat atau Keruing Kipas (Dipterocarpus costulatus); Tanaman asli Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia.
  • Keruing Senium atau Keruing Padi (Dipterocarpus eurynchus); Tersebar di Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan, Sumatera), Malaysia, dan Filipina.
  • Keruing Pipit (Dipterocarpus fagineus). Tumbuh di Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti (Dipterocarpus fusiformis); Tanaman endemik Kalimantan.
  • Meranti (Dipterocarpus glabrigemmatus); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Serawak).
  • Meranti Kuning atau Damar Pakit (Shorea acuminatissima); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah).
  • Belangeran atau Balau Merah (Shorea balangeran); endemik Sumatera dan Kalimantan.
  • Meranti Merah (Shorea carapae); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Serawak).
  • Meranti (Shorea conica); Tumbuhan endemik Sumatera.
  • Meranti Putih (Shorea dealbata); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Selagan Batu (Shorea falciferoides); Meranti endemik Kalimantan.
  • Selagan Batu (Shorea foxworthyi); Indonesia (Kalimantan, Sumatera), Malaysia, dan Thailand.
  • Balau atau Beraja atau Red Balan (Shorea guiso); Meranti dari Indonesia (Sumatera), Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
  • Meranti Kuning (Shorea hopeifolia); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Filipina.
  • Selagan Batu Kelabu (Shorea hypoleuca); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Selagan (Shorea inappendiculata); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Meranti Kuning (Shorea induplicata); Tanaman endemik Kalimantan.
  • Meranti Merah (Shorea johorensis); Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia.
  • Balau Merah atau Dark Red Meranti (Shorea kunstleri); Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia.
  • Damar Tunam atau White Meranti (Shorea lamellata); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Light Red Meranti (Shorea lepidota); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti Kuning (Shorea longiflora); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sarawak).
  • Meranti Kuning (Shorea longisperma); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sarawak).
  • Meranti Merah (Shorea macrantha); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti (Shorea materialis); Brunei Darussalam, Indonesia (Sumatera), dan Malaysia
  • Meranti Maluku (Shorea montigena); Endemik Maluku
  • Meranti Merah atau Light Red Meranti (Shorea myrionerva); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Serawak).
  • Meranti (Shorea ochrophloia); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia.
  • Meranti Merah atau Red Balau (Shorea pallidifolia); Indonesia (Sumatera) dan Malaysia
  • Meranti Kuning (Shorea peltata); Indonesia (Kalimantan, Sumatera) dan Malaysia
  • Light Red Meranti (Shorea platycarpa); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Singapura.
  • Meranti Kuning (Shorea polyandra); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah, Serawak). 
    Meranti Putih atau Shorea resinosa
    Meranti Putih atau Shorea resinosa (gambar: www.arkive.org)
  • Meranti Putih (Shorea resinosa); Indonesia (Sumatera); Malaysia.
  • Engkabang Undapi (Shorea richetia); Indonesia (Kalimantan), Malaysia (Serawak).
  • Dark Red Meranti (Shorea rugosa); Tumbuhan endemik Kalimantan.
  • Meranti Maluku (Shorea selanica); Tanaman endemik Maluku.
  • Tengkawang atau Meranti Merah (Shorea singkawang); Indonesia (Sumatera), Malaysia, dan Thailand.
  • Meranti (Shorea slootenii); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Light Red Meranti (Shorea smithiana); Indonesia (Kalimantan) dan Malaysia (Sabah, Sarawak).
  • Meranti Kuning (Shorea xanthophylla); Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan), dan Malaysia (Sabah, Sarawak). 
    Nepenthes_aristolochioides
    Kantong Semar (Nepenthes aristolochioides)
  • Kantong Semar (Nepenthes aristolochioides); endemik Sumatera.
  • Kantong Semar (Nepenthes clipeata); Endemik Kalimantan.
  • Kantong Semar (Nepenthes dubia); Endemik Sumatera.
  • Kantong Semar (Nepenthes lavicola); Endemik Sumatera. 
    Pohon Kapur (Dryobalanops aromatica)
    Pohon Kapur (Dryobalanops aromatica)
  • Kapur (Dryobalanops aromatica); Indonesia (Sumatera, Kalimantan) dan Malaysia.
Endangered (Terancam Punah)
Daftar tanaman langka Indonesia yang masuk dalam daftar status konservasi Endangered (Terancam Punah), yaitu:
  • Shorea Sp. Beberapa spesies Shorea berpredikat spesies berstatus konservasi Endangered (Terancam Punah) sehingga keberadaannya semakin langka, seperti; Shorea agami (Meranti Putih), Shorea albida (Meranti Merah Terang), Shorea argentifolia (Meranti Merah Gelap atau Dark Red Meranti), Shorea balanocarpoides (Meranti Putih), Shorea blumutensis (Meranti Kuning), Shorea bracteolata (Meranti Putih), Shorea dasyphylla (Meranti Putih), Shorea domatiosa, Shorea elliptica, Shorea faguetiana (Damar Siput), Shorea falcifera, Shorea glauca (Balau Bunga), Shorea gratissima, Shorea leprosula (Meranti Tembaga atau Tengkawang), Shorea maxwelliana, Shorea obscura, Shorea ovata, Shorea pauciflora (Tengkawang), Shorea platyclados, Shorea teysmanniana.
  • Nepenthes Sp (Kantong Semar). Terdapat 3 spesies kantong semar (Nepenthes) yang tergolong sebagai tanaman langka dengan status Endangered (Terancam), yaitu: Nepenthes boschiana, Nepenthes pilosa, dan Nepenthes talangensis. 
    Kawoli atau Alloxylon brachycarpum
    Kawoli atau Alloxylon brachycarpum (Gambat nsw.gov.au)
  • Kawoli (Alloxylon brachycarpum). Sejenis tanaman hias, tumbuh di Indonesia (Papua, Maluku) dan Papua New Guinea.
  • Bintangur (Calophyllum insularum). Sejenis Kosambi atau Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Endemik Papua.
  • Canarium kipella. Sejenis Kacang Kenari endemik Jawa Barat.
  • Maple Silkwood (Flindersia pimenteliana). Indonesia (Papua), Australia, dan Papua New Guinea
  • Kokoleceran atau Resak Banten (Vatica bantamensis). Endemik Ujung Kulon, Banten.
  • Nothofagus womersleyi; endemik Papua.
  • Nyatoh (Manilkara kanosiensi); Indonesia (Maluku) dan Papua New Guinea.
Selain yang terdaftar dalam status konservasi Extinct in the Wild, Critically Endangered, dan Endangered di atas, masih banyak tanaman Indonesia lainnya yang juga langka dan terancam punah meskipun dengan status konservasi yang lebih rendah.
Sebagai contoh tanaman langka yang berstatus vulnerable adalah Kalapia (Kalappia celebica), Kayu Susu (Alstonia beatricis), Tualang (Koompasia grandiflora) dan Kayu hitam, eboni (Diospyros celebica). Tumbuhan berstatus Least Concern seperti Palem Raja (Caryota no) dan Palem Nipa (Nypa fruticans). Dan Tumbuhan yang berstatus Near Threatened seperti Korma Rawa (Phoenix paludosa).
Semoga daftar tumbuhan langka dan terancam punah di Indonesia ini tidak akan semakin panjang.
sumber : almendah blog

Macan Dahan, Binatang endemik indonesia

Binatang endemik Indonesia : Macan Dahan Borneo dan Sumatera (Neofelis diardi) atau lebih sering disebut hanya dengan Macan Dahan merupakan salah satu binatang anggota kucing besar selain Singa, Harimau, Macan Tutul, Jaguar, dan Cheetah. Sebagaimana Harimau dan Macan Tutul, Macan Dahan termasuk salah satu binatang langka(endemik) yang dimiliki oleh Indonesia. Yang paling unik ternyata Macan dahan memiliki taring yang terbesar dan terpanjang diantara bangsa kucing lainnya. Bahkan lebih panjang dari taring Singa maupun Harimau.
Semula Macan Dahan Borneo dan Sumatera (Neofelis diardi) dimasukkan dalam satu spesies dengan Macan Dahan (Neofelis nebulosa) yang terdapat di daratan Asia. Namun berdasarkan penelitian para ahli, sejak 2007 Macan Dahan Borneo dan Sumatera dikategorikan sebagai spesies tersendiri yang berbeda dengan saudaranya yang berada di dataran Asia.
Macan Dahan (Neofelis diardi) terdiri atas dua subspesies yaitu Macan Dahan Borneo (Neofelis diardi borneensis) yang hidup di Pulau Kalimantan (Indonesia dan Malaysia) dan Macan Dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi) yang hidup di pulau Sumatera, Indonesia.
Macan Dahan Borneo atau Kalimantan yang merupakan Binatang endemik pulau Kalimantan dala bahasa Inggris biasa disebut sebagai Bornean Clouded Leopard. Sedangkan saudaranya, Macan Dahan Sumatera biasa dinamakan Sumateran Clouded Leopard. Penamaan ini tentunya erat kaitannya dengan corak tubuhnya yang seperti awan.
Ciri-ciri dan Perilaku Macan Dahan. Baik Macan Dahan Borneo dan Macan Dahan Sumatera mempunyai ciri-ciri fisik yang hampir sama. Kulit Macan Dahan (Neofelis diardi) ditumbuhi bulu berwarna kelabu kecoklatan dengan motif seperti awan dan totol-totl hitam.

Macan Dahan di habitat aslinya
Badan Macan Dahan tergolong tidak terlalu besar. Panjangnya hanya sekitar 95 cm dengan berat badan tidak lebih dari 25 kg. Ukuran tubuh Macan Dahan ini tentu lebih kecil dari pada Harimau Sumatera maupun Macan Tutul bahkan hanya seukuran anjing.

Ukuran tubuhnya yang kecil dan ringan membuat macan ini mempunyai gerakan yang licah di atas pohon dan lebih sering menghabiskan waktu di atas pohon. Ekornya yang panjang mampu menjadi penyeimbang gerakan tubuhnya. Juga kaki-kakinya yang pendek kekar serta berkuku tajam membuat Macan Dahan mampu berkeliaran di atas pohon dengan lincah. Bahkan dengan kepala di bawah sekalipun ketika menuruni pohon.
Yang paling istimewa selain kelincahannya di atas pohon adalah gigi taring Macan Dahan yang sangat besar dan panjang ketimbang predator lainnya. Macan Dahan memiliki taring hingga mencapai panjang 2 inci. Panjang gigi taring ini jauh mengalahkan gigi taring yang dipunyai jenis kucing besar lainnya seperti Singa, Macan Tutul, maupun Harimau.
Macan Dahan Borneo (Neofelis diardi borneensis) maupun Macan Dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi) merupakan binatang nokturnal yang biasa melakukan perburuan di malam hari. Mangsa Macan Dahan meliputi aneka satwa liar mulai dari kera, rusa, ular, bekantan dan mamalia kecil lainnya.
Habitat Macan Dahan mulai dari hutan pantai, rawa-rawa hingga pegunungan dengan ketinggian mencapai 3000 mdpl. Macan Dahan menghuni hutan-hutan dengan pepohonan yang lebat dan menjauhi daerah pemukiman manusia. Satwa ini termasuk binatang yang sangat pemalu, karenanya amat sedikit yang dapat diketahui berkaitan dengan tingkah lakunya di alam bebas.
Konservasi Macan Dahan. Baik Macan Dahan Sumatera maupun Macan Dahan Kalimantan termasuk binatang yang langka dan terancam kepunahan. Oleh IUCN Redlist, keduanya dimasukkan dalam status konservasi “Terancam Punah” (Endangered). Juga diklasifikasikan dalam Apendix I oleh CITES.
Populasi Macan Dahan Borneo (Neofelis diardi borneensis) di alam bebas diperkirakan berkisar antara 5.000 hingga 11.000 ekor. Sedangkan saudaranya, Macan Dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi) lebih memprihatinkan, sekitar 3.000 hingga 7.000 ekor. Langkanya Macan Dahan ini lebih disebabkab oleh berkurangnya hutan sebagai habitat tempat tinggal dan berburu mereka sebagai akibat kebakaran hutan maupun pembalakan liar. Selain itu juga dikarenakan oleh perburuan yang dilakukan manusia untuk mengambil kulit dan taringnya.
Macan Dahan Borneo dan Sumatera, pemilik taring terpanjang yang baru teridentifikasi sebagai spesies baru pada tahun 2007 kini telah terancam kepunahan. Apakah spesies endemik pulau Kalimantan dan Sumatera ini teridentifikasi hanya untuk punah dan hanya meninggalkan sebuah nama?
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mammalia, Ordo: Carnivora, Famili: Felidae, Genus: Neofelis, Spesies: Neofelis diardi. Subspesies: Neofelis diardi borneensis dan Neofelis diardi diardi 
sumber : almaedah blog

Wednesday, May 4, 2011

Daftar hewan endemik Indonesia

  Hewan endemik Indonesia adalah hewan-hewan yang hanya ditemukan di Indonesia dan tidak ditemukan di tempat lain. Bahkan tidak sedikit satwa endemik ini hanya ditemukan di satu pulau atau wilayah tertentu di Indonesia saja.
hewan endemik langka hampir punah

  Endemisme merupakan gejala yang dialami oleh organisme untuk menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, lungkang (niche), negara, atau zona ekologi tertentu. Untuk dapat dikatakan endemik, spesies hewan harus ditemukan hanya di suatu tempat tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain. Sehingga hewan yang masuk daftar endemik ini hanya dipunyai Indonesia saja.

  Indonesia adalah negara dengan endemisme (tingkat endemik) yang tinggi. Diperkirakan terdapat lebih dari 165 jenis mamalia, 397 jenis burung, lebih dari 150 reptilia, dan lebih dari 100 spesies ampibi yang tercatat endemik di Indonesia.



Daftar hewan endemik Indonesia ini sebagian besar saya ambil dari artikel sebelumnya tentang Binatang (Fauna) Endemik Indonesia. Berikut daftar binatang (hewan) endemik yang terdapat di Indonesia lengkap dengan nama latin dan daerah sebarannya:

1.Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) endemik Sulawesi.
Anoa Dataran Rendah hewan endemik Sulawesi
2.Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) di Sulawesi.
3.Babirusa (Babyrousa babyrussa) di Sulawesi.
4.Badak Bercula Satu atau badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Jawa.
5.adak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) endemik di Sumatera.
6.ajing Palawan
(Sundasciurus juvencus) Bali dan Sumatera.
7.Bajing Tanah (Lariscus hosei) endemik pulau Kalimantan.
8.Bajing Telinga Botol
(Callosciurrus adamsi) endemik Kalimantan.
9.Banteng (Bos javanicus) hewan endemik Jawa.
10.Bekantan atau Kera hidung panjang (Nasalis larvatus) endemik Kalimantan.
11.Beruk Mentawai (Macaca pagensis) endemik Kepulauan Mentawai.
12.Burung Anis sulawesi (Cataponera turdoides) di Sulawesi.
13.Burung Beo Nias (Gracula religiosa robusta) endemik pulau Nias, Sumatera.
14.Burung Elang Flores (Spizaetus floris) endemik Flores.
15.Burung Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii) Halmahera, Maluku Utara.
16.Burung Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) di Jawa.
17.Burung Cenderawasih (Paradisea sp.) di Papua.
18.Burung Celepuk Siau (Otus siaoensis) pulau Siau, Sulawesi Utara.
19.Burung Cerek Jawa (Charadrius javanicus) di Jawa.
20.Burung Kakatua Putih (Cacatua alba) Maluku Utara.
Kakatua putih (Cacatua alba) endemik Maluku Utara

Kakatua putih (Cacatua alba) endemik Maluku Utara
21.Burung Madu Sangihe (Aethopyga duyvenbodei) Sangihe, Sulawesi Utara.
22.Burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi.
23.Burung Rangkong (Buceros rhinoceros) di Kalimantan.
24.Burung Sempidan Kalimantan (Lophura bulweri) di Kalimantan.
25.Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) pulau Jawa.
26.Burung Tokhtor Kalimantan (Carpococcyx radiceus) Kalimantan.
27.Burung Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis) di Sumatera.
28.Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Sumatera.
29.Jalak bali (Leucopsar rothschild) hewan endemik Bali.
30.Kadal Coklat Kalimantan (Lanthanotus borneensis) di Kalimantan.
31.Kambing Hutan Sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis) di Sumatera.
32.Kancil Jawa (Tragulus javanicus) endemik Jawa.
33.Kanguru Pohon Mantel Emas
(Dendrolagus pulcherrimus) di Papua.
34.Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) di Papua.
35.Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) endemik Papua.
36.Katak Tanpa Paru-Paru (Barbourula kalimantanensis) Kalimantan.
37.Kelelawar Berjenggot Coklat dan Ekor Selubung (Taphozous achates) di Nusa Penida, Bali.
38.Kelinci belang sumatera (Nesolagus netscheri) endemik Sumatera.
39.Kera Belanda (Nasalis larvatus) di Kalimantan.
40.Kera hitam sulawesi (Macaca nigra) endemik Sulawesi Utara.
41.Kodok Darah (Leptophryne cruentata) endemik Jawa Barat.
42.Kodok Pohon Ungaran (Philautus jacobsoni) endemik Jawa Tengah.
43.Komodo (Varanus komodoensis) di Nusa Tenggara Timur (P. Komodo).
44.Kucing Bakau (Prionailurus bengalensis javanensis) di Jawa.
45.Kucing Merah (Felis badia) endemik pulau Kalimantan.
46.Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) pulau Jawa.
47.Kura-kura Berleher Ular (Chelodina mccordi) di Pulau Rote, NTT.
48.Kuskus Beruang (Ailurops ursinus) Sulawesi.
49.Kuskus Gebe (Phalanger alexandrae) Pulau Gebe Maluku Utara.
50.Kuskus Matabiru (Phalanger matabiru) Pulau Ternate dan Tidore Maluku.
51.Kuskus Kerdil (Strigocuscus celebensis) endemik pulau Sulawesi.
52.Kuskus Obi (Phalanger rothschildi) Pulau Obi Maluku.
53.Landak Jawa (Hystrix javanica) endemik Jawa.
54.Landak Sumatera (Hystrix sumatrae) endemik Sumatera.
55.Landak Kalimatan (Thecurus crassispinis) endemik Kalimantan.
56.Lutung Dahi Putih (Presbytis frontata) endemik Kalimantan.
57.Lutung jawa (Trachypithecus auratus) endemik Jawa.
58.Lutung Merah (Presbytis rubicunda) satwa endenik Kalimantan.
59.Macan Dahan (Neofelis diardi) endemik Sumatera dan Kalimantan.
Macan Dahan hewan endemik Kalimantan dan Sumatera
Macan Dahan hewan endemik Kalimantan dan Sumatera
60.Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) di Jawa.
61.Monyet Ekor Babi (Simias concolor) kepulauan Mentawai.
62.Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroeckii) di Sulawesi.
63.Orangutan sumatera (Pongo abelli) di Sumatera.
64.Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kalimantan.
65.Owa jawa (Hylobates moloch) fauna endemik Jawa.
66.Owa-owa (Hyllobates muelleri) di Kalimantan.
67.Rusa bawean (Axis kuhlii) endemik pulau Bawean.
68.Rusa timor (Cervus timorensis) endemik Bali, Irian Jaya.
69.Siamang (Hylobates syndactylus) di Sumatera.
70.Surili (Presbytis comata) di Jawa.
71.Tarsius Bangka atau Mentilin (Tarsius bancanus) di Sulawesi Utara.
72.Tarsius Peleng (Tarsius pelengensis) pulau Peleng, Sulawesi.
73.Tarsius Pygmy atau Pygmy Tarsier (Tarsius pumilus) Sulawesi.
74.Tarsius Sulawesi (Tarsius tarsier) Sulawesi.
75.Tupai Mentawai (Tupaia chrysogaster) Kepulauan Mentawai.

Sumber: Almaedah blog

Semoga endemisme (tingkat endemik) hewan yang tinggi yang dipunyai Indonesia ini mampu kita lestarikan sebagai warisan buat anak cucu kita.

Blog lainku

Popular Posts